Sabtu, 20 Februari 2016

Sekilas tentang Cap Go Meh




Cap Go Meh melambangkan hari kelima belas (hanzi : 十五暝; pinyin : Shíwǔ míng) bulan pertama Imlek dan merupakan hari terakhir dari rangkaian masa perayaan Imlek bagi komunitas migran Tionghoa yang tinggal di luar China. Istilah Cap Go Meh berasal dari dialek Hokkian yang bila diartikan secara harafiah bermakna “15 hari atau malam setelah Imlek”. Bila dipenggal per kata, ‘Cap’ mempunyai arti sepuluh, ‘Go’ adalah lima, dan ‘Meh’ berarti malam.


Perayaan Festival Cap Go Meh di Indonesia sendiri sangat bervariasi. Perayaan biasanya dilakukan oleh umat kelenteng-kelenteng atau Wihara dengan melakukan kirab atau turun ke jalan raya sambil menggotong ramai-ramai Kio/Usungan yang di dalamnya diletakkan arca para Dewa. Bahkan di beberapa kota di tanah air seperti di daerah Jakarta dan di Manado, terdapat atraksi ‘lokthung‘ atau ‘thangsin‘ dimana ada seseorang yang menjadi medium perantara yang konon setelah dibacakan mantra tertentu dipercaya telah dirasuki oleh roh Dewa untuk memberikan berkat bagi umat nya. Mereka biasanya akan melakukan beberapa atraksi sayat lidah, memotong lengan atau menusuk bagian badannya dengan sabetan pedang, golok, dan lain sebagainya. Sementara di Kalimantan, tepatnya di kota Pontianak dan Singkawang, atraksi ini disebut ‘Tatung‘.

Sikap kita sebagai orang percaya kepada Kristus?

Marilah kita lebih jeli dan lebih peka, mana yang merupakan kehendak Tuhan dan mana yang tidak. Mana yang sesuai dengan Firman Tuhan dan mana yang justru menentang Firman Tuhan.

Kita sudah dibekali dengan Firman Tuhan dan Roh Kudus-Nya yang mengajari dan menegur kita.

Biarlah kita Cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati. Matius 10:16

Siapa bertelinga hendaklah ia mendengar”. Wahyu 13:9

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mencapai Kesuksesan

Sahabat sekalian, dalam renungan kali ini, kita belajar tentang bagaimana Abraham sangat kaya dan bahkan ia sangat amat kaya, tentu segala...